Memang seperti itu Rasulullah mengajarkan umatnya berumahtangga. Selain makan bersama, berikut sisi-sisi lain romantisme baginda Nabi terhadap para istrinya:1. Memanggil Istri dengan panggilan yang disukainya: Ya humaira.. wahai yg pipinya kemerahan (Riwayat Ahmad)
2. Membawakan Hadiah (Riwayat Ahmad)
3. Meletakkan kepala di pangkuan Istri, sambil membaca Alquran (Riwayat Abdurrozaq)
4. Mandi Bersama Istri (Riwayat abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)
5. Minum segelas bersama, bahkan beliau meletakkan mulut di tempat bekas mulut istrinya (Riwayat Abdurrazaq dan Said bin Manshur)
6. Menyanjung Istri, walaupun istrinya sudah meninggal (Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad 6/118)
7. Membantu pekerjaan rumah istrinya (HR. Bukhari)
8. Menjadi suami terbaik: Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya (istrinya) dan saya adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluarga (istri) saya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
9. Dsb..
Ternyata meneladani kesalehan Nabi bukan hanya jadi ahli ibadah dan punya semangat dakwah saja, tapi juga berakhlak baik dan romantis ke istri.
Ternyata suami saleh = suami romantis. [mahabbatussunnah]







0 komentar:
Post a Comment