MESIN PEMERAH ASI YANG CANGGIH DAN OTOMATIS BUATAN SEMARANG
JADWAL KEBERANGKATAN KERETA API DARI STASIUN TAWANG SEMARANG
ARGO BROMO ANGGREK PAGI berangkat pukul 11.44
ARGO MURIA berangkat pukul 16.00
BANGUNKARTA berangkat pukul 20.35
SEMBRANI berangkat pukul 22.15
ARGO BROMO ANGGREK MALAM berangkat pukul 23.15
GUMARANG berangkat pukul 19.55
MENOREH berangkat pukul 21.00
MAJAPAHIT berangkat pukul 21.15
MENOREH 2 berangkat pukul 08.00
ARGO MURIA berangkat pukul 16.00
KAMANDAKA berangkat pukul 16.15
GUMARANG berangkat pukul 19.55
BANGUNKARTA berangkat pukul 20.35
MENOREH berangkat pukul 21.00
MAJAPAHIT berangkat pukul 21.215
HARINA berangkat pukul 21:40
ARGO BROMO ANGGREK MALAM berangkat pukul 03:04
HARINA berangkat pukul 05:35
ARGO BROMO ANGGREK PAGI Berangkat pukul 15.05
GUMARANG berangkat pukul 22.10
LAGI KORBAN PEMERKOSAAN ANAK SMP DI BANDUNGAN KAB SEMARANG. NYARIS TELANJANG DIKANDANG SAPI
Seorang siswi kelas IX SMP di Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ditemukan dalam kondisi tidak berpakaian lengkap dan bersembunyi di kandang sapi di Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Korban diduga diperdaya setelah meminum minuman beraroma teh di sebuah tempat pemancingan di Jimbaran, Bandungan.
Korban berinisial Ls tersebut dirawat di Rumah Sakit Ken Laras sejak Selasa (2/8/2016).
"Kondisinya berangsur membaik, tapi sering terlihat melamun," kata Elsih Listanti dari Humas Rumah Sakit Ken Saras di ruang kerjanya, Jumat (5/8/2016) siang.
Berdasarkan catatan medis, korban mengalami luka lebam di bagian wajah, luka sobek di mulut, serta luka bekas cakaran di lengan kanan.
Pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah Ls merupakan korban pemerkosaan karena belum ada permintaan visum dari keluarga korban ataupun kepolisian.
"Pada alat kelamin secara fisik tidak ada luka bekas kekerasan," kata dia.
Kondisi korban saat ini sudah berangsur membaik, tetapi belum diperbolehkan dibawa pulang karena belum diizinkan dokter.
Korban juga tidak mau ditemui orang lain, kecuali ibunya sendiri dan petugas medis.
"Unit PPA Polres Semarang sudah datang ke sini menemui orangtuanya," ujarnya.
Berdasarkan keterangan orangtua korban kepada petugas medis, peristiwa itu diawali ketika Ls diajak pelaku untuk makan-makan di tempat pemancingan di Jimbaran, Bandungan.
Beberapa saat setelah tiba di lokasi, korban meminum minuman dan tidak sadarkan diri. Saat siuman, korban kaget mendapati dirinya dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan bra.
"Kemudian korban lari dari Jimbaran sampai ke Klepu. Keesokan harinya dia ditemukan oleh warga sedang bersembunyi di kandang sapi dalam keadaan ketakutan," kata dia.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Semarang AKP Herman Sophian mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Belum banyak keterangan yang diperoleh lantaran korban belum bisa dimintai keterangan.
"Laporan ke polisi (secara resmi) belum karena korban belum bisa dimintai keterangan," kata Herman.
Mengenai kronologi kejadian, berdasarkan keterangan orangtua korban kepada polisi. Korban merasa tidak sadarkan diri sesaat setelah minum di pemancingan Blater, Jimbaran.
"Rasanya seperti teh, katanya, setelah itu korban merasa ada yang membopong," kata Herman.
PERJUANGAN SI PEMULUNG CANTIK ASAL SEMARANG MERAIH GELAR SARJANA DI UNNES YANG LULUS CUM LAUDE
Rupanya pemulung Firna Larasanti yang lulus cum laude dari Universitas Negeri Semarang segera pensiun dari kegiatannya memulung. Setelah meraih prestasi akademik, berbagai tawaran melanjutkan kuliah terus berdatangan.
Ditemui di rumahnya di Karanggeneng RT 01 RW 06 Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Firna menceritakan keinginannya. Ia akan melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri. Apalagi berbagai kemudahan sudah dijanjikan sejumlah pihak.
"Ini merupakan tantangan awal saya membuktikan kepada masyarakat luas. Mampu menjadi orang yang bermanfaat. Ilmu yang saya dapat saya aplikasikan ke masyarakat," kata Firna, Senin, 1 Agustus 2016.
Firna lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77. Dia menyelesaikan S1-nya dalam waktu 3 tahun 10 bulan. Berita prestasi Firna kemudian menjadi magnet. Sejumlah tokoh menemui sarjana ilmu politik itu.
Misalnya kedatangan Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid. Nusron menjanjikan bantuan dari Partai Golkar yang diawali dengan peningkatan kemampuan bahasa Inggris Firna. Tawaran itu agar keinginan gadis itu melanjutkan sekolah S2 hingga S3 di luar negeri bisa terwujud.
"Saat saya ketemu Jokowi, saya akan sampaikan agar mau menemui Firna," kata Nusron.
Setelah ramai dikunjungi pejabat publik, apa kemudian yang diinginkan Firna ?
"Saya suka melihat bahwa National University of Singapure mempunyai ranking bagus di level dunia, khususnya untuk mata kuliah ilmu politik. Saya ingin melanjutkan kuliah di sana," kata Firna.
Sementara itu, Siti Suswanti (46), ibu Firna, menyerahkan keputusan kepada putrinya. Selama ini, ia mengaku tidak pernah terlibat dalam pilihan putrinya.
"Saya tidak pernah memaksa anak saya mau di mana. Yang penting anak saya pulang membawa prestasi," kata Siti.
Siti mengaku tidak percaya dengan kondisi yang ada ternyata bisa menyekolahkan anaknya dan memenuhi keinginan Firna untuk menjadi dosen. Tak henti, ia berdoa untuk sang putri.
"Yang pasti semua juga berkat bantuan masyarakat yang memperhatikan anak saya," tutur Siti.
PENAMPAKAN BEGAL TRUK MUATAN TELUR YANG TERTEMBAK POLISI DI SALATIGA
YUK NAPAK TILAS PERJALANAN CHENG HO DI SEMARANG AKHIR PEKAN INI
Penyelenggaraan Pesona Budaya Cheng Ho 2016 di Semarang, Jawa Tengah, dipastikan semakin semarak dengan keterlibatan Provinsi Fujian dan beberapa kota di Tiongkok Selatan. Festival ini sebenarnya merupakan metamorfosis dari tradisi lokal yang bernama arak-arakan Sam Poo yang sudah berusia 611 tahun.
"Pesona Budaya Cheng Ho di Semarang 30-31 Juli 2016 nanti adalah event yang besar, bagus, akan sempurna jika mendatangkan wisman (wisatawan mancanegara)," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya lewat keterangan tertulisnya di Semarang, Jateng, Senin, 26 Juli 2016.Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultur Kemenpar, Hari Untoro, menyebutkan selama ini tradisi masyarakat Semarang dengan sebutan arak-arakan Sam Poo tersebut tak pernah sepi.
"Tahun ini, warga Fujian hingga Tiongkok Selatan bakal hadir," kata Hari Untoro Drajat.
Sejarah mencatat, Laksamana Cheng Ho bernama asli Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari Provinsi Yunnan. Cheng Ho memulai ekspedisi pelayaran pertama kali pada 1405. Ia mencapai wilayah Asia Tenggara, yakni Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa.
Jalur samudera Laksamana Cheng Ho itu sebenarnya ada di 10 pesisir pantai di Indonesia, dari Aceh, Kepri, Bangka Belitung, Palembang, Banten, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya, sampai ke Bali.
Jalur ini belum begitu populer, masih kalah dengan Silk Road atau Jalur Sutera yang melintasi daratan Tiongkok ke arah barat sampai EropaJalur Laksamana Cheng Ho itu sebenarnya sudah diluncurkan di Aceh pada 13 Desember 2015 lalu. Berdasar berbagai catatan, Laksamana Cheng Ho adalah Muslim dengan nama Haji Mahmud Syams. Dia berdagang dan melakukan pertukaran kebudayaan.
Sementara sumber lain menyebutkan, awal abad ke-15 itu, Laksamana Cheng Ho yang berasal dari Dinasti Ming bersama kapal hartanya melakukan pelayaran bersejarah mencari apa yang disebut air liur naga dan kayu sepang. Ada yang menyebutnya sebagai Jili Dimen atau sembilan pulau di timur.
Di antara titik-titik persinggahan itu, yang paling dikenal memang di Simongan, Gedung Batu, Semarang, tempat pelaksanaan Pesona Laksamana Cheng Ho 2016 nanti. Hasil pemetaan Kementerian Pariwisata, salah satu yang diminati wisman Tiongkok adalah kebudayaan, selain alam pantai.
Ada banyak yang bisa dinikmati di Pesona Budaya Cheng Ho, Semarang. Mulai ritual sembahyang hingga malam budaya. Itu belum termasuk kirab budaya dari Kelenteng Tay Kak Sie ke Kelenteng Sam Poo Kong. Pada saat kirab nanti, ribuan warga diprediksi akan hadir memeriahkan pawai sejauh 6 kilometer itu.
Perayaan kirab itu nantinya akan memperlihatkan detail-detail perjalanan Laksamana Cheng Ho dengan armadanya, termasuk kisahnya saat memutuskan singgah di Semarang. Nantinya, akan ada juga penampilan tujuh kesenian daerah yang mengiringi, sebagai bagian dari fakta kuatnya akulturasi budaya Tiongkok dengan budaya lokal Semarang.
LAGI 2 SANTRI PONPES DI MANGKANG MENINGGAL TERTABRAK KERETA API
Sebuah rangkaian kereta melaju dari arah timur pada lajur sebelah utara.
Penjelasan Kepsek SMAN 1 Semarang Tentang Siswa Siluman Di Sekolahnya
Hanya di Semarang Polisi Lalu Lintas Jadi Guru SMA, KEERENN
Dengan tingginya angka kecelakaan yang didominasi pengendara usia produktif membuat Sat Lantas Polrestabes Semarang mengambil langkah tegas untuk antisipasi. Dua polisi disiagakan di sekolahan dan akan mengajar soal lalu lintas dan kedisiplinan.
Dari data kepolisian, pada semester pertama ada 46.820 pengendara ditilang dan 24.211 kena teguran di Kota Semarang. Sementara itu ada 486 kecelakaan dengan korban meninggal 91 jiwa. Jumlah korban meninggal atau luka ternyata didominasi usia produktif antara 16 sampai 25 tahun.
"Dominasi usia antara 16 tahun sampai 25 tahun. Itu Hasil evaluasi satu semester," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin dalam pengukuhan Sekolah Menengah Dua Polantas (SMDP)di Mapolrestabes Semarang, Kamis (21/7/2016).
Sat Lantas Polrestabes Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang kemudian melakukan kerjasama membentuk SMDP sebagai langkah aktif antisipasi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan oleh para siswa SMA sederajat.
Dari 189 sekolah SMA, SMK, dan MA di Kota Semarang, dipilih 24 sekolah untuk langkah awal program SMDP tersebut. Menurut Dinas Pendidikan Kota Semarang, sekolah tersebut "kelebihan energi" sehingga masih terdapat banyak pelanggaran lalu lintas.
"Dari 189, yang 24 ini yang perlu prioritas. Kalau kata kepala Disdik 'kelebihan energi'. Ya banyak pelanggaran," tandas Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Catut Gatot.
Teknisnya, nanti akan ada 2 polisi lalu lintas di setiap sekolahan yang akan "berkantor" di ruang Bimbingan Konseling. Sejak pagi Polantas tersebut akan memulai kegiatan dengan mengatur lalu lintas kendaraan siswa yang akan masuk ke sekolahan.
"Pelaksanaan mulai Senin (25/7) di 24 sekolah, 1 sekolahan ada 2 Polantas. Mulai dari pagi mengatur lalu lintas yang mau masuk. Koordinasi dengan BK, nanti ada kolaborasi pihak sekolah dan SMDP," terangnya.
Saat jam pelajaran dimulai, petugas Polantas berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengisi kelas yang jam pelajarannya kosong atau dengan jadwal yang sudah ditentukan. Nantinya Polantas akan menjadi guru dan mengisi pelajaran tentang lalu lintas dan disiplin sesuai buku ajar.
"Materinya akan diatur ada safety riding, undang-undang, keselamatan berkendara. Terutama materi kelalulintasan, kelengkapan kendaraan," terang Catur.
"Nanti tidak hanya materi, tapi mendidik kedisiplinan," imbuhnya.
Ke depannya akan ada jadwal khusus untuk mengajar bagi Polantas pada program SMDP yang rencananya 1 jam pelajaran setiap hari di kelas yang berbeda-beda.
"Ini tahap awal. Selanjutnya nanti kita koordinasi dengan kepala dinas akan dijadwalkan sehari ada 1 jam pelajaran diisi petugas. Misal hari ini kelas 1A besok 1B, dan seterusnya," tegasnya.
Program itu ternyata disambut baik oleh siswa SMK salah satunya, Avan Iqbal (16). Meski ia belum diperbolehkan berkendara karena belum memiliki SIM, namun dengan datangnya polisi ke sekolahan setidaknya bisa memperingatkan dirinya dan teman-temannya soal keamanan lalu lintas.
"Ya memang harus didatangi. Karena ada siswa baru dan banyak yang ingin naik motor. Kalau kami dari siswa mungkin bisanya memperingatkan teman sendiri," ujar Avan.
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan program tersebut diharapkan nantinya bisa jadi muatan lokal di sekolahan. Karena tidak hanya taat lalu lintas namun juga sebagai pendidikan karakter bagi siswa.
"Jadi bisa ke hal-hal lain, misalnya kalau ada polisi di sekolahan, mereka bakal takut untuk membawa benda-benda tajam atau minuman keras misalnya. Mereka akan kembali belajar dengan lebih hebat," ujar Hevearita.
JOB FAIR DISNAKERTRANS KOTA SEMARANG AGUSTUS 2016
MAU MEMBUAT SIM BARU SILAHKAN DATANG DI GOR MANUNGGAL JATI PEDURUNGAN SEMARANG
Gedung Satlantas Polrestabes Semarang saat ini sedang direnovasi. Pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dipindahkan ke Jalan Majapahit, tepatnya diGOR Manunggal Jati, di Pedurungan, Kota Semarang."Karena gedung Satpas yang di Kota Lama sedang direnovasi, sementara waktu pelayanan kami pindahkan ke GOR Manunggal Jati," kata Catur, Rabu (20/7/2016). Catur mengatakan, pelayanan SIM di GOR Manunggal Jati hingga Januari 2017.
"Sistemnya sudah jalan, jadi tidak akan terganggu. Meski lokasinya masih butuh penyesuaian," katanya.
PERINGATAN KEDATANGAN CHENG HO KE-611 DI SAM POO KONG SEMARANG
Untuk memperingati kedatangan Laksama Cheng Ho yang ke 611 Tahun Akan di adakan arak2an.Pelaksanaan tanggal 30-31 Juli 2016.
BUS TRANS SEMARANG TERGULING DI JL SULTAN AGUNG 23 ORANG LUKA2
Bus Trans Semarang bernomor polisi H 1738 FG menabrak pangkalan ojek di Jalan Sultan Agung, Semarang, Minggu (17/7). Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 23 orang mengalami luka-luka.
YUK JALAN-JALAN KESEMARANG, ASYIK DAN KULINERNYA MENAWAN
PART 1
kayaknya sebelumnya perlu tahu dulu sejarah kota semarang
Abad 8-15 M\ Di daerah pesisir utara Jawa Tengah yg bernama Bergota/Plagota/Pergota ada sebuah pulau kecil bernama PULAU TIRANG ( Sekarang menjadi bagian dari bukit Bergota). Merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pelabuhan Pergota merupakan pelabuhan yang ramai pda saat itu, lokasinya diperkirakan pada daerah Pasar Bulu sekarang memanjang sampai kaki bukit Bergota dan masuk ke Kali Semarang sampai Pelabuhan Simongan. Pada abad tersebut daerah tersebut masih merupakan daerah pantai dengan kepulauan yang kecil2. Sekarang pulau kecil2 tersebut sedah menyatu dengan daratan akibat pengendapan. Bahkan Kota Semarang Bawah yang dikenal saat ini dahulunya adalah laut, terbentuk daratan akibat dari pengendapan tersebut.
tambahan lagi sejarah semarang dari sumber berita tionghoa yang terdapat di klenteng sam po kong di semarang. sumber berita (kronik) ini ditemukan oleh residen poortman pada tahun 1928 pada waktu menggeledah klenteng sam po kong terkait dengan pemberontakan komunis di hindia belanda. temuan ini tidak dipublikasikan karena mengandung hal yang sangat sensitif. saya ambil yang ada hubungannya dengan sejarah kota semarang :
1413
Armada Tiongkok dinasti Ming selama satu bulan singgah di Bergota (nama Semarang dahulu) untuk perbaikan kapal-kapal. Mereka juga mendirikan masjid . Laksamana Sam Po Bo (Cheng Ho), Ma Huan dan Fe Tsin bersembahyang disini. Lalu pada tahun2 berikutnya agama Islam yang dibawa pendatang dari Tiongkok berkembang pesat. Para pendatang dari Tiongkok ini kemudian banyak yang menetap. mereka membawa teknologi baru tentang pembuatan kapal dan senjata mesiu. Di Bergota (Semarang) didirikan galangan kapal yang sangat besar pada masa itu, juga pabrik mesiu yang memproduksi mercon dan meriam.
1433
saat Laksamana Cheng Ho wafat di masjid Bergota diadakan shalat gaib.
1450-1475
dikarenakan Tiongkok/dinasti Ming sudah sangat merosot, ekspedisi pun di hentikan. Dan dikarenakan tidak adanya lagi orang2 muslim Tionghoa yang datang, masyarakat penetap Tionghoa dan keturunan Tionghoa muslim menjadi merosot. Masjid Laksamana Cheng Ho di Bergota (Semarang) berubah menjadi Klenteng Sam Po Kong. Jadi dapat disimpulkan bahwa Sam Po Kong bukan hanya petilasan tempat mendaratnya Cheng Ho, namun pernah didirikan masjid disana.
1474
Raden Patah (Panembahan Jimbun) dan Raden Kusen singgah di Bergota. Raden Patah menangis melihat masjid Sam Po Bo menjadi Klenteng. dan berjanji akan membuat masjid di daerah tersebut yang selamanya akan tetap masjid.
1475
Raden Patah dianugrahi wilayah di sebelah timur Semarang di kaki gunung Muria oleh Sunan Ampel dan mendirikan kerajaan Islam Demak.
1477
Raden Patah merebut Bergota (Semarang) dengan tentara Islam Demak yang hanya sebesar 1000 orang. Raden Patah mendahului ke Klenteng Sam Po Kong dan melindungi dari segala gangguan. Raden Patah tidak membunuh orang2 Tionghoa bekas Islam di Semarang, karena membutuhkan keahlian teknis mereka, terutama di bidang perkapalan. Dan orang Tionghoa bukan Islam di Semarang berjanji akan tunduk pada Demak.
1478
Raden Kusen menjadi penguasa di wilayah Semarang dan membuka kembali pengergajian kayu jati dan galangan kapal yang dahulu dirintis oleh Laksamana Cheng Ho. Raden Kusen juga bertugas untuk membangun daerah Bergota menjadi bandar yang besar.
1481
Para pekerja galangan kapal di Semarang dikerahkan untuk membantu pembangunan masjid Agung Demak. Saka guru tiang masjid dikonstruksi menurut tiang kapal yang kuat dan kokoh, yaitu terdiri dari potongan2 kayu (tatal) yang disatukan.
1509
Sultan Yunus (Pangeran Sabrang lor, Adipati Unus) putra dari Raden Patah mengunjungi galangan kapal di Semarang yang saat itu sedang gencar berproduksi dalam rangka menyerang Malaka. Tahun 1512 Malaka dikuasai oleh Portugis. Tahun 1521 Adipati Unus menyerang lagi namun gagal dan beliau tewas.
1529
Raden Kusen wafat. Jenasahnya diantarkan ke Demak. ikut serta seluruh penduduk Bergota mengantarkan, Islam dan bukan Islam.
Penguasa Bergota dijabat oleh Sunan Prawata.
1541
Dengan bantuan orang Tionghoa bukan islam di Bergota, Sunan Prawata menyelesaikan 1.000 kapal jung besar yag masing2 memuat 400 prajurit. Sultan Trenggana (ayah Prawata) akan memulai ekspedisi ke kepulauan Timur(Indonesia Timur). Orang2 Tionghoa bukan Islam di Bergota siang malam membanting tulang di galangan kapal.
1546
Sultan Trenggana wafat dalam ekspedisi di Kepulauan Timur, Sunan Prawata naik tahta di Demak. Arya Penangsang dari Jipang menyerbu Demak. Seluruh kota dan keraton Demak musnah, kecuali mesjid. sunan Prawata terdesak mundur dan bertahan di galangan kapal di Bergota. Tentara Jipang mengepung. Bergota di bumi hanguskan kecuali klenteng dan masjid. Termasuk juga galangan kapal dibakar sampai habis. Sunan Prawata tewas.
Sejarah kemudian mencatat Arya Penangsang kemudian dikalahkan oleh Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya) dari Pajang. Kemudian Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga menunjuk Raden Pandan Arang sebagai pengganti Sunan Prawata sebagai Bupati Asemarang.
Jadi jelas sudah Semarang dahulu merupakan pintu masuk Kerajaan Demak. Setelah merosotnya pelabuhan Tuban, Semarang menjadi pelabuhan pantai utara Jawa yang ramai.
Abad 15 M
Awal abad ke 15 M Laksamana Cheng Ho mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang sekarang) Mendirikan masjid dan klenteng. Sekarang menjadi Klenteng Gedong Batu.
Akhir abad ke 15 M seorang dari kesultanan Demak bernama pangeran Made Pandan bersama putranya Raden Pandan Arang pergi ke pesisir utara bagian barat untuk mencari daerah baru . Sampai di Pulau Tirang beliau membuka hutan dan mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
2 Mei 1547
Setelah konsultasi dengan Sunan Kalijaga, Sultan Hadiwijaya dari Pajang mengangkat Pandan Arang sebagai Bupati pertama Semarang, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW , tgl 12 Rabiul Awal 954 H atau 2 Mei 1547. Bergelar Kyai Pandan arang.Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.
1650
Ladang tembakau pertama kali ditanam di daerah perbukitan Semarang dan sekitarnya.
1678
Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas.
1682
Negara Bagian Semarang ditetapkan oleh Belanda
21 Agustus 1697
Sebuah kapal VOC karam di dekat Semarang
Nama \ : Bronstee
Tipe\ : Kat
Digunakan dari 1685 –21 agustus 1697 oleh VOC
Kapten\ : Jakob Barendsz Sonbeek
1704
Pangeran Puger melarikan diri dari Mataram di Kartasura ke Semarang mencari perlindungan VOC karena akan dibunuh oleh Amangkurat III yang cemburu akibat kekuasaan.
Pangeran Puger mendapatkan dukungan Cakraningrat II dari Madura dan membujuk VOC untuk menerima Puger sebagai Susuhunan Pakubuwono I. Pasukannya menaklukkan Demak.
1705
Amangkurat III mengirimkan utusan ke VOC di Semarang, tetapi terlambat karena VOC sudah terlanjur menerima Pangeran Puger. Kedua perwakilan dikirm ke Batavia secara bersamaan.
18 Maret 1705
VOC di Batavia menerima Pangeran Puger sebagai Susuhunan Pakubuwono I dan mengirim bala bantuan ke Semarang. Dengan pasukan gabungan dari VOC, Semarang dan Madura , Pakubuwono I menyerang Amangkurat III di Kartasura dan menang.
19 Juni 1705
Susuhunan Pakubuwono I meresmikan kantor perwakilannya di Semarang
5 Oktober 1705
Susuhunan Pakubuwono I membuat perjanjian dengan VOC apabila membantu untuk merebut Kartasura, isi perjanjiannya antara lain menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai pembayaran hutang Mataram, Madura Timur menjadi wilayah VOC, VOC mendapatkan hak istimewa perdagangan dan nelayan pribumi hanya melaut di wilayah terbatas.
Semarang resmi menjadi kota milik VOC.
1740
VOC di Batavia mulai memindahkan orang-orang Tionghoa ke Ceylon (Srilanka) atau afrika Selatan, beredar desas desus bahwa orang-orang Tionghoa tersebut dibantai ditengah lautan. Para pemukim Tionghoa memberontak. Sebagai balasan di Batavia terjadi kerusuhan Anti-Tionghoa, 10.000 penduduk Tionghoa tewas dan daerah Pecinan dibakar habis.
1741
Para pelarian Tionghoa dari Batavia dibantu pribumi menyerang benteng VOC di Semarang dan Rembang. Di Rembang semua personil VOC yang tersisa dan tidak sempat melarikan diri dibunuh.
Atas pengaruh Patih Natakusuma, Pakubuwana II berpihak pada pemberontak pribumi dan Tionghoa, mengerahkan pasukan sejumlah 20.000 pribumi dan 3500 Tionghoa 30 senapan untuk mengepung Semarang.
Perlawanan VOC di Kartasura dapat dihancurkan. Cakraningrat IV dari Madura menawarkan bantuan. VOC mengerahkan bantuan ke Semarang dan berhasil memadamkan pemberontakan.
atas rekomendasi Van Imhoff, Gubernur Jendral VOC saat itu Adriaan Valckenier dibebas tugaskan dan diganti oleh Johannes Thedens.
Pasukan Mataram dan pemberontak Tionghoa menyerang kota-kota pesisir utara, tetapi pengepungan kota Semarang tidak berhasil.
1749
VOC menetapkan Bupati sebagai kepala pemerintahan orang – orang pribumi di Semarang.
13 Juli 1753
Pembangunan Gereja Protestan pertama di Semarang (Gereja Blenduk)
1754
Jalur Pos pertama antara Semarang – Batavia, Cheribon dan Tegal.
1772
Pembangunan Kelenteng Tay Kak Sie di Jalan Lombok
1810
Pembukaan Perusahaan Jalur Pos Regular yang menggunakan kuda, dipimpin oleh Direktur Kantor Pos dan Jalan Raya.
1814
Lahirnya Raden Saleh Sarief Bustaman ( dikenal sebagai Raden Saleh Danoediredjoe). Seniman pribumi pertama yang melukis gaya barat.
29 Mei 1827
Kota Semarang mendapatkan lambang kota (banner)
lambang kota Semarang sekarang :
Pembukaan kantor telegram tujuan Batavia-Semarang-Ambarawa-Soerabaja
17-18 Agustus 1860
Pemberontakan di Württembergse Kazerne (barak) di Jalan Djoernatan. Pelakunya pada dasarnya tentara KNIL berbangsa Swiss. 4 orang tewas dan 15 terluka. Setelah pemberontakan kurang lebih 35 tentara digantung di alun-alun.
Tiang (Kotak) surat pertama ada di Semarang.
1881
Peresmian N.V. Semarang- Joana Stoomtram Maatscappij (SJS), perusahaan kereta api yang menghubungkan antara Semarang - Demak, Koedoes, Joana (Juwana ), Rembang and Lasem.
Pembukaan jalur telepon lokal (dalam kota)
Peresmian N.V.Semarang-Cheribon Stoomtram Maatscappij (SCS) (Semarang-Cheribon Steam-Tram Company). Jalur kereta api yang menghubungkan Semarang - Kendal, Tegal, Pekalongan and Cheribon. Juga disebut Suikerlijn (Jalur Gula).
Stasiunnya sekarang menjadi stasiun Poncol.
1894
Hubungan telepon ke Batavia-Semarang-Surabaja dibuka
Jalur kereta api pertama antara Batavia-Semarang-Surabaja
1906
Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuk Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda
1907
Pembangunan NIS Building (Nederlandsch Indishe Spoorweg Maatschappij), Kantor Jawatan Kereta Api atau
sekarang dikenal sebagai Lawang Sewu
1916
Walikota pertama Semarang, Ir.D de Iongh (sampai 1927)
21 Juni 1911
"St Aloysius Broeder School" didirikan di Gedangan .
1919
Perwakilan terpilih pertama dari pribumi di Balaikota. Bp Kasan, Semaoen dan Sanjoto dari “Sarekat Islam”.
1920
Dibawah pengaruh pemerintah Kolonial Belanda, PKI (Partai Komunis Indonesia) dideklarasikan di Semarang.
Semarang saat itu mnedapat julukan "Kota Merah"
1927
Walikota A Bachus dan HE Boissevain sampai maret 1942
Alderman pertama Semarang : Cohen, schuling, slamet dan Tan Tiong Khing.
1928
Penerbangan pertama dari KNILM ("Konigklijke Nederlands-Indische Luchtvaartmaatschappij"), dari Batavia-Semarang di Lapangan Udara Simongan.
1929
Penerbangan pertama KNILM Soerabaja-Semarang di Lapangan Udara Simongan
1930
Penerbangan pertama KNILM Bandung-Semarang di Lapangan Udara Simongan
1942
Semarang dikuasai Jepang. Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia.
14 –19 Oktober 1945
Dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan Jepang yang menolak menyerahkan senjata kepada rakyat Indonesia.
1945
Walikota pribumi pertama, Moch.lchsan (sampai 1949)
1949
Walikota Koesoebiyono (1949 - 1 Juli 1951)
Februari 1950
Kekuasaan diberikan ke komandan KMKB Semarang
1 April 1950
Mayor Suhadi, Komandan KMKB menyerahkan kepala pemerintahan Semarang kepada Koesoedibyono, pegawai tinggi di Kementrian Dalam Negeri di Jogjakarta.
Walikota Semarang setelah kemerdekaan :
1.\ RM. Hadisoebeno Sosrowardoyo ( 1 Juli 1951 - 1 Januari 1958)
2.\ 4. Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat ( 7Januari 1958 - 1 Januari 1960)
3.\ 5. RM Soebagyono Tjondrokoesoemo ( 1 Januari 1961 - 26 April 1964)
4.\ 6. Mr. Wuryanto ( 25 April 1964 - 1 September 1966)
5.\ 7. Letkol. Soeparno ( 1 September 1966 - 6 Maret 1967)
6.\ 8. Letkol. R.Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967 - 2 Januari 1973)
7.\ 9. Kolonel Hadijanto ( 2Januari 1973 - 15 Januari 1980)
8.\ 10. Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH ( 15 Januari 1900 - 19 Januari 1990)
9.\ 11. Kolonel H.Soetrisno Suharto ( 19Januari 1990 - 19 Januari 2000)
10.\ 12. H. Sukawi Sutarip SH. ( 19 Januari 2000 - sekarang )
Penguasa Semarang :
Dibawah Pajang dan Mataram
1. Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)
2. Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)
3. Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666)
4. Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)
5. Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)
6. Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)
Dibawah VOC :
7. Raden Martoyudo atau Raden Sumimngrat (1743-1751)
8. Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadmienggolo (1751-1773)
9. Surohadimenggolo IV (1773-?)
10. Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)
Pemerintahan Hindia Belanda :
11. Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)
12. Putro Surohadimenggolo (1841-1855)
13. Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)
14. RTP Suryokusurno (1860-1887)
15. RTP Reksodirjo (1887-1891)
16. RMTA Purbaningrat (1891-?)
17. Raden Cokrodipuro (?-1927)
18. RM Soebiyono (1897-1927)
19. RM Amin Suyitno (1927-1942)
20. RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)
Pemerintahan Republik Indonesia :
21. R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan
22. M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)
Pemerintahan RIS :
23. RM.Condronegoro hingga tahun 1949
Setelah Pengakuan Kedaulatan :
24. M. Sumardjito (1946-1952)
25. R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).

















