Showing posts with label suami istri. Show all posts
Showing posts with label suami istri. Show all posts

Suami Sholeh Pasti Romantis



Memang seperti itu Rasulullah mengajarkan umatnya berumahtangga. Selain makan bersama, berikut sisi-sisi lain romantisme baginda Nabi terhadap para istrinya:
1. Memanggil Istri dengan panggilan yang disukainya: Ya humaira.. wahai yg pipinya kemerahan (Riwayat Ahmad)
2. Membawakan Hadiah (Riwayat Ahmad)
3. Meletakkan kepala di pangkuan Istri, sambil membaca Alquran (Riwayat Abdurrozaq)

4. Mandi Bersama Istri (Riwayat abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)
5. Minum segelas bersama, bahkan beliau meletakkan mulut di tempat bekas mulut istrinya (Riwayat Abdurrazaq dan Said bin Manshur)
6. Menyanjung Istri, walaupun istrinya sudah meninggal (Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad 6/118)
7. Membantu pekerjaan rumah istrinya (HR. Bukhari)
8. Menjadi suami terbaik: Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya (istrinya) dan saya adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluarga (istri) saya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
9. Dsb..
Ternyata meneladani kesalehan Nabi bukan hanya jadi ahli ibadah dan punya semangat dakwah saja, tapi juga berakhlak baik dan romantis ke istri.
Ternyata suami saleh = suami romantis. [mahabbatussunnah]


Wahai Para Suami ... Hargailah Istri-istrimu

Suami kalian boleh lebih berilmu dari para istri-istri kalian. Kalian boleh lebih berakhlak dari para istri-istri kalian. Kalian juga boleh lebih beragama dari para istri-istri kalian.
Namun, bukankah para akhwat (istri) ketika telah dinikahi menjadi tanggungjawab kalian pendidikan akhlak dan agamanya? Yang nanti pada hari Kiamat akan diminta pertanggungjawabannya?
Setelah kalian ceraikan, apa yang akan terjadi pada mereka? Bukankah itu yang harus menjadi bahan pertimbangan dan perhatian kalian sebelum segalanya terjadi? Dimanakah tanggungjawab kalian?
Kalian boleh punya banyak kelebihan di atas istri-istri kalian. Tapi istri-istri kalian berhak mendapatkan pendidikan agama yang baik agar mereka bisa berbakti kepada kalian sesuai dengan harapan kalian.
Kalian boleh punya banyak kelebihan di atas istri-istri kalian. Tapi istri-istri kalian berhak mendapatkan perlakuan dan penghormatan yang layak, sebanding dengan jerih payahnya kepada kalian.
Dimanakah hadits yang telah kalian hafal, Sebaik-baik kalian, adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap keluargaku.. (HR. Ibnu Majah)
Dimanakan hadits yang telah kalian hafal, Perlakukanlah wanita-wanita itu dengan baik. (Muttafaq alaihi)
Dimanakah hadits yang telah kalian hafal, Janganlah seorang mukmin (suami) menbenci seorang mukminah (istri), jika ia tidak menyukai satu perangainya, maka ia akan menyukai perangai yang lain dari dirinya. (HR. Muslim)
Ya Rabb. Berilah kami ilmu yang bermanfaat, amalan yang terkabulkan. Aamiin.
Demikian, semoga setiap kita dapat menilai segala sesuatu dengan arif dan bijaksana. Wallaahu alam. Semoga bermanfaat.
[Abu Farwa al-Hakim/Ust. Badrus Salam, Lc]


 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat