Showing posts with label hidayah. Show all posts
Showing posts with label hidayah. Show all posts

SUBHANALLOH... INILAH YANG DIRASAKAN ORANG SETELAH MATI, SEMOGA KITA SEMUA DI BERI KEMATIAN YANG KHUSNUL KHOTIMAH... AMIIN


Kehidupan setelah mati selalu menjadi misteri. Dari pengakuan orang-orang yang kembali dari kematian, banyak yang menceritakan pengalamannya saat dirinya meninggal.

Ada banyak penelitian yang mengungkap hal ini. Apa yang terjadi pada manusia saat sedang sakaratul maut (menjelang mati) dan setelah beberapa saat nyawanya dicabut dari tubuh. Penjelasan sains pun tidak bisa membuktikan secara konkret mengenai semua ini. Namun sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan riset pada ribuan orang mengenai perasaan jelang mati dan setelah mati. Berikut ulasannya.

Menurut Boldsky (4/8), saat orang sedang dalam keadaan akan meninggal, yang rasakan adalah mulai teringat semua kenangan semasa hidupnya. Baik itu kenangan indah atau kenangan pahit. Semua kenangan tersebut seakan muncul di depan mata seperti video yang diputar di bioskop dengan cepat.

Sebagian besar orang yang kembali dari kematian atau mati suri mengaku melihat cahaya yang sangat menyilaukan. Mereka mengungkapkan bahwa cahaya tersebut selalu disertai dengan rasa cinta dan perdamaian. Menurut ilmuwan, ini merupakan sebuah bentuk rasa nyaman untuk memulai kehidupan yang baru.

Orang yang telah diambil nyawanya, dapat melihat tubuhnya sendiri terkapar tak berdaya. Mereka tergeletak dengan tanpa nyawa. Akan tetapi ilmuwan mengatakan bahwa hal itu tidak bisa membuatnya berbuat apa-apa alias berdiam diri sambil menjauh dari tubuh menuju 'tempat yang baru'.

Orang-orang yang sedang sekarat atau sedang sakaratul maut mengklaim dapat melihat saudara-saudaranya yang telah meninggal di masa lalu. Orang-orang tersebut bahkan menemani ketika dirinya sedang dalam proses pencabutan nyawa. Kerabat tersebut adalah orang-orang yang memiliki ikatan khusus dengan dirinya.

Tidak hanya dapat melihat tubuhnya sendiri dengan tanpa nyawa. Orang yang baru saja meninggal dapat melihat dan mendengar tangisan-tangisan orang terdekat di dalam ruangan tersebut. Semangat dan kesadaran orang yang meninggal masih tersisa meski sudah tak bernyawa.

Ini telah diklaim oleh orang-orang yang telah hidup dari kematian. Mereka mengaku merasa ketenangan yang luar biasa. Bahkan perasaan tenang tersebut belum pernah dia rasakan oleh orang-orang yang masih hidup di dunia. Perasaan positif senantiasa membayangi benak dan hatinya ketika meninggal.

Orang-orang yang meninggal dan kemudian hidup lagi, beberapa di antaranya mengaku melihat malaikat. Ketika mereka berada di tempat tidur saat mati. Orang-orang ini juga mengaku bahwa malaikat membantu mengeluarkan rasa sakit dunia untuk menariknya ke alam kematian. Meskipun kedengarannya menenangkan, namun tampaknya menakutkan. 

Itulah 7 penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan tentang kematian. Meski begitu belum ada yang bisa menjelaskan secara detail dan terbukti benar terjadi. Percaya atau tidaknya tergantung individu masing-masing.



SIAPA SIH KITA INI ...

Siapakah orang yang sibuk?

Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s


Siapakah orang yang manis senyumanya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil
berkata,"Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman
.

Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.


Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.


Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.


Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.



Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.



Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.



Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.


PERJALANAN MENCARI HIDAYAH


Dari Atheis, Kristen, Budha, Hindu, Yahudi, Ruben Pun Memilih Islam

RUBEN Abu Bakr adalah pria asal Australia yang sangat humoris. Semula, ia adalah seorang atheis. Ia kemudian mempelajari seluruh agama, mulai dari Kristen, Katolik, Budha, Hindu hingga Yahudi. Terakhir, ia malah masuk Islam. Mengapa?

Kisah Ruben bermula ketika ia duduk di bangku kuliah. Kala itu, ia harus menghadapi beragam peristiwa berat. Sahabatnya tewas karena narkoba.

Tidak lama kemudian, orang tuanya bercerai. Ia pun dilanda kemiskinan.

“Bahkan, anjing peliharaan saya saja mati,” tutur Ruben

Frustrasi atas musibah kematian kerabat yang terus dihadapinya, ia pun bertanya-tanya tentang tujuan hidup. Tentu, hidup tak sekadar untuk mati. Berangkat dari pemikiran itu, ia pun mencari keberadaan Tuhan dengan meneliti setiap agama yang ada.

Nasrani menjadi agama pertama yang mendapat perhatian Ruben untuk diselidiki. Ini karena hampir semua temannya menganut agama ini. Ruben pun menuju gereja dan mendapati orang-orang yang bernyanyi memuji Tuhan dan mengatakan Tuhan Maha Pengasih. Pengalaman pertamanya ke gereja tak serta-merta membuat Ruben puas. Ia terus mempelajari Kristen, termasuk tentang Katolik, Anglikan, Baptisme, imam, pendeta, dan lain sebagainya. Ia pun memiliki banyak pertanyaan mengenai Kristen. Kesimpulannya, ia merasa tak cocok dengan agama ini.

Pencarian pun berlanjut. Ia beralih kepada Buddha. Kebetulan, Ruben yang bekerja paruh waktu di pom bensin berteman dengan seorang beragama Buddha. Ia tercengang ketika tahu Tuhan Buddha berkepala gajah.

“Mengapa Tuhan memiliki kepala gajah? Dapatkah kita memilih kepala singa? Atau sesuatu yang lebih perkasa?” tanya Ruben kepada temannya.
Ruben menganggapnya tidak logis. Ia juga sempat mempelajari agama Mormon. Awalnya, dia menilai, ajaran agama ini sangat baik karena tidak memperbolehkan penganutnya meminum alkohol, kafein, dan cola. Namun, Ruben tidak menemukan kebaikan iman di agama ini. Ia kemudian menyelidiki agama Yahudi. Namun lagi-lagi, Ruben tidak menemukan apa yang ia cari.

Merasa upayanya sia-sia, Ruben pun menemui seorang temannya untuk berkonsultasi. Si teman yang beragama Kristen pun bertanya, “Bagaimana dengan Islam?”

Ruben pun sontak menolak. ”Apa? Islam? Untuk apa aku menyelidiki agama terorisme? Gila!”

Bagai menelan air ludah. Terbukti, lidah Ruben tak sesuai dengan tubuhnya. Ia kemudian melangkah memasuki masjid ketika suatu kali melewatinya.

“Saya tidak tahu apa yang menggerakkan saya, yang jelas saya menanggalkan sepatu dan langsung masuk begitu saja. Saya pikir, saya akan mati di masjid karena ketika itu saya satu-satunya orang kulit putih,” kata Ruben.

Ruben pun bertemu dengan seorang pria berperawakan besar asal Timur Tengah, berjanggut dan mengenakan gamis. Ruben menggambarkannya persis mirip para tersangka teroris. Yang mengagetkan, sosok tersebut menyapa sangat ramah, bahkan menyuguhkan sajian layaknya menerima tamu.

”Namanya Abu Hamzah,” ujar Ruben. Ia masih ingat, ia sangat kaget mendapat perlakuan seperti itu.

Ruben pun serta-merta menanyakan banyak hal tentang Islam. Misalnya, mengapa Abu Hamzah berjanggut dan mengapa Muslimah berhijab. Ia menanyakan pula mengenai praktik poligami dan lain sebagainya. Saat itu, Ruben dengan sombong menyangka pertanyaan itu sangat berat dan akan menyulitkan Abu Hamzah. Namun, lagi-lagi Ruben tercengang. Abu Hamzah mengambil Al-Quran dan menjelaskannya sesuai firman Allah SWT.

“Mereka selalu membuka Al-Quran untuk menjawab dan sama sekali tidak beropini sendiri. Mereka mengatakan tak boleh beropini tentang firman Tuhan,” tutur Ruben.

Ia pun membawa pulang sebuah kitab Al-Qur’an dari masjid tersebut. Ruben membaca terjemahannya dan sangat terkagum-kagum. Ia terpesona bagaimana Al-Qur’an menjelaskan proses penciptaan manusia. Butuh enam bulan bagi Ruben untuk menelaah Al-Qur’an, hingga ia menyimpulkan, “Inilah yang aku cari dan perlukan.”

Dari tahap awal tersebut, Ruben pun berpikir untuk menantang Allah SWT sebelum benar-benar bersyahadat dan memeluk Islam. Ia menyalakan lilin, duduk di dekat jendela, seraya berkata, “Allah, ini adalah saat bagi saya untuk terjun ke Islam. Yang saya butuhkan hanya sebuah tanda. Hanya tanda kecil, mungkin sedikit petir, atau mungkin rumah yang runtuh.”

Lama ia menunggu, tidak ada tanda apa pun. Lilin yang ia harapkan padam sebagaimana yang sering ia lihat di film, tidak terjadi. “Ayolah Allah, satu saja,” Ruben memaksa.

Namun, tetap tidak ada apa pun yang terjadi. Ruben merasa kecewa kepada Allah. Dengan perasaan kecewa, Ruben kembali membuka Al-Qur’an, kemudian membaca ayat, “Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari, dan bulan untukmu. Dan, bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah SWT.) bagi kaum yang memahami-(nya).”

Membaca ayat tersebut, bulu roma Ruben berdiri. Ia segera lari ke tempat tidur dan sembunyi di balik selimut. Berkeringat dingin, ia tidak mampu melakukan apa pun saking takutnya.

“Betapa arogannya saya ketika itu menantangNya, padahal matahari dan semua yang diciptakan-Nya merupakan tanda-tanda.”

Ruben pun kembali ke masjid dan bermaksud mengucapkan syahadat. Jamaah di masjid pun menyaksikan perubahan hidup Ruben menuju kebaikan.

Namun, Ruben mengaku kesulitan saat harus mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.

“Bisakah saya mengucapkannya dengan bahasa Inggris?” tawarnya kepada Abu Hamzah.

Tentu saja, permintaan Ruben tidak diizinkan. Meski harus berkali-kali keseleo lidah, akhirnya Ruben mampu bersyahadat. Usai mengucapkan syahadat, seluruh jamaah pria di masjid pun menciumnya. Saat itu, masjid dipenuhi jamaah karena bertepatan dengan hari pertama Ramadhan. Menurut Ruben, baru kali itu ia dicium begitu banyak pria. Namun, ia sangat senang. Ini peristiwa sangat berharga dan tak mungkin ia lupakan.

Sementara itu, keluarganya merasa cemas dengan keislaman Ruben. Mereka menyangka putra mereka telah masuk ke dalam kelompok teror.

“Mereka takut jika nanti saya memegang senapan AK 47 dan granat,” kata Ruben sembari tersenyum. Namun, hari demi hari, orang tua Ruben justru mendapati anaknya menjadi pribadi yang patuh dan baik. Mereka pun menyukai perubahan Ruben.

Bahkan, sang ayah ikut tertarik membaca Al-Quran. Dan berkata “Kini, kamu menjadi orang yang lebih bisa diandalkan, dipercaya, dan dapat dimintai tolong.” [islampos/onislam]

SUMBER :
https://www.islampos.com/dari-atheis-kristen-budha-hindu-yahudi-ruben-pun-memilih-islam-73423/


 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat