Showing posts with label wisata dieng. Show all posts
Showing posts with label wisata dieng. Show all posts

TRIK MEMOTRET ANAK DENGAN HASIL YANG BAGUS

Tantangan terbesar membuat seri portrait anak kecil -- apalagi masih Taman Kanak-kanak (TK) yang bukan model profesional yakni bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Maklum, anak-anak mempunyai kebiasaaan dan bahasanya masing-masing.

Bila komunikasi lancar, maka konsep dan ide cerita mampu tertata apik dalam bahasa visual yang menarik. Komposisi yang dihasilkan juga enak dilihat. Mau 1 atau 10 anak-anak, tidak akan ada masalah jika sang fotografer dapat menjadi bagian dari mereka.

Berikut resep sederhana menghasilkan seri portrait anak-anak yang atraktif:

Pertama, komunikasikan dengan orangtua mereka secara nyaman. Ungkapkan ekspektasi Anda, keinginan dan konsep foto yang akan Anda hasilkan. Diharapkan, orangtuanya mampu membahasakan dalam narasi yang paling bisa dipahami dengan anak-anak tersebut, baik sebelum maupun saat sesi pemotretan.

Kedua, lakukan pendekatan dengan anak-anak yang akan menjadi aktor utama. Bisa dengan mengajak mengobrol atau sekadar berkenalan dan menanyakan kebiasaan mereka. Sedikit sok tau dan sok akrab tidak ada salahnya. Pastikan menjadi bagian dari mereka yang bisa diajak bermain sehingga sangat membantu saat pemotretan.

Tidak ada salahnya meminta bantuan satu atau dua orang pengarah gaya. Setidaknya yang akan menjembatani bila ada kesulitan komunikasi saat pemotretan. Maklum, anak-anak akan lebih menurut bila ditemani orang yang sudah dikenal akrab.
Ketiga, kalau diperlukan properti atau kostum pendukung, lakukanlah. Kostum mampu memberi narasi yang kuat. Begitu juga dengan properti dan teknik pencahayaan. Usahakan semuanya merupakan satu kesatuan yang mendukung ide cerita.

Keempat, fokuslah pada bahasa mata. Kenapa? Karena kekuatan mata mampu mengalahkan segalanya. Ungkapan umum yang menyatakan mata adalah jendela hati yang paling jujur bisa menjadi alasan paling rasional.

Kalau sudah mendapatkan tatapan anak-anak ini dengan monumental, barulah bisa bermain dengan gesture/bahasa tubuh. Kemudian bisa dibumbui dengan ekpresi si kecil, mimik dan tingkah laku mereka yang spontan dan polos. 

Kelima, improvisasi dan kecepatan melihat karakter wajah si anak. Apakah harus bergaya gokil ataukah serius. Maklum, tiap anak-anak punya karakternya sendiri-sendiri. Memaksakan gaya dan pose membuat anak-anak tertekan dan tidak bisa tampil lepas. 

Biarkan mereka tampil dengan keunikan dan kepribadiannya masing-masing. Tidak perlu disama-samakan dengan teman atau artis yang biasa tampil di televisi.

Selebihnya, jangan juga terpaku pada satu atau dua teknik lighting maupun pose. Eksplore dengan cepat, berpikir kilat dan mengubah-ubah angle dan komposisi secara refleks. Tentu, semua dilakukan dalam teknik dan komposisi fotografi yang menarik.


BERWISATA KE DIENG

"Daerah pegunungan tempat para dewa bersemayam." Demikian pengertian dari Dieng, Jawa Tengah.

Dataran tinggi yang terletak di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, itu sudah terkenal keindahan alam dan warisan peninggalan budayanya. Dieng berada di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Hamparan perkebunan di sisi kiri dan kanan jalan seakan menyambut tim saat tengah menuju puncak Dieng. Setelah sekitar 1 jam perjalanan, tibalah kami di beberapa lokasi wisata.


Kompleks candi peninggalan Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-7 masehi itu pun menjadi tujuan pertama kami.
Mulai dari Candi Gatot Kaca, Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama dan Candi Dwarawati.

Selain kompleks candi, di Dieng juga terdapat sejumlah goa, yakni Goa Semar, Goa Jaran, dan Goa Sumur.

Setelah itu, kami pun menuju ke sebuah telaga yang sudah cukup terkenal, yakni Telaga Warna. Untuk masuk ke dalam area telaga, pengunjung lokal akan dikenakan biaya masuk Rp 5 ribu. Sementara, untuk pengunjung mancanegara akan dikenakan Rp 100 ribu per orang.

Pemandangan Telaga Warna begitu indah menawan hati. Saat kami tiba, telaga itu berwarna biru dengan airnya yang bersih. Di sekeliling telaga banyak pepohonan yang semakin menambah suasana asri lokasi itu.


Telaga warna memang terkenal dengan warna airnya yang kerap berubah-ubah. Selain warna biru, air di telaga itu juga kerap berwarna merah, hijau, putih dan lembayung.

Cuaca dingin pegunungan Dieng semakin menambah eksotisme panorama sekitar. Ketinggian pegunungan Dieng rata-rata 2.000 m di atas permukaan laut.

Karenanya tak heran suhu di Dieng terasa begitu dingin. Pada siang hari, suhu berkisar antara 12 hingga 20 derajat celcius. Sementara pada malam hari sekitar 5 sampai 10 derajat celcius.

Saat tim berada di kawasan wisata Dieng, sejumlah turis dari dalam negeri maupun mancanegara tampak tengah menikmati pemandangan gunung yang memiliki banyak kawah itu.

Dieng menjadi salah satu bukti kayanya alam Indonesia. Anda tertarik? Mungkin Dieng bisa menjadi salah satu referensi Anda untuk berlibur.


 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat