Penjelasan Kepsek SMAN 1 Semarang Tentang Siswa Siluman Di Sekolahnya


Plt Kepala SMAN 1 Semarang, Drs Wiharto menjelaskan pihaknya tidak merasa melanggar perwal tentang PPD setelah Ombudsman Jateng mengunjungi sekolahnya untuk meminta data 'siswa siluman', Senin (25/7/2016).
Menurutnya semua sudah sesuai dengan prosedur yang ada.
"Siswa tersebut masuk karena ada yang mengundurkan diri, tidak ada peraturan bahwa siswa yang masuk mengisi kekosongan tersebut harus memiliki standar nilai khusus," jelasnya kepada awak media yang menunggu konfirmasinya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan PPD juga tidak diatur bahwa kekosongan kursi akibat siswa mengundurkan diri harus diumumkan secara terbuka dan menggunakan mekanisme layaknya PPD.
"Soalnya kalau terus begitu nanti PPD nggak selesai-selesai, biasanya orang tua yang proaktif ke sekolah, saat pencabutan berkas mereka menanyakan apakah ada siswa yang mengundurkan diri kalau ada ya mereka boleh mendaftar," beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 9 Semarang tersebut.
Ia cukup percaya diri tidak melanggar perwal karena menurutnya masuknya siswa yang dianggap 'siluman' tersebut sudah sesuai dengan aturan.
"Masuknya ndak mbayar, gratis nggak ada yang mengeluarkan uang dan menerima dalam masuknya siswa yang mengisi kursi kosong," tegasnya
sumber.tribunjateng


0 komentar:

 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat