KENAPA BANGUNAN ASLI BELANDA MASIH KOKOH DIPASAR JOHAR SEMARANG, INI RAHASIANYA

Ketika kios tambahan di sekeliling maupun di dalam Pasar Johar roboh akibat kebakaran, wujud asli bangunan bersejarah itu mulai terlihat. Konstruksi Cendawan berupa penyangga atap berbentuk jamur dan peninggi atap segi delapan di Pasar Johar hanya terlihat hitam karena jelaga.

Arsitek dan tim ahli cagar budaya, Widya Wijayanti mengatakan pada konstruksi gedung, yang dikhawatirkan ketika terjadi kebakaran adalah tulangan yang memuai dan membuat beton yang menutupnya retak hingga hancur.

Namun Karsten ternyata sudah memperhitungkannya dengan memilih beton dengan struktur kuat. Sehingga ketika terjadi kebakaran, tulangan di dalam struktur Cendawan itu terlindungi dari panas dan tidak memuai.

"Yang dikhawatirkan itu tulangannya, itulah pertimbangan Karsten dalam memilih struktur. Dia sudah mengantisipasi kebakaran karena pasar itu tempat orang bebas keluar masuk, dan itu salah satu pilihan tepat,"

Awalnya pasar yang mulai dibangun tahun 1938 itu didesain agar menjadi pasar yang bersih bahkan sebisa mungkin burung tidak bersarang di atapnya.

"Pasar Johar sepenuhnya ingin dijadikan pasar central yang bersih, tidak ada burung bersarang dan supaya orang tidak cenderung memaku (menancapkan paku)," tandasnya.
Meski terlihat masih berdiri kokoh akibat kebakaran, lanjut Widya, tetap perlu dilakukan penelitian oleh pihak yang berkompeten yang memiliki sertifikat seperti arsitek atau ahli struktur. Hal itu untuk mengetahui kondisi pasti struktur Cendawan masih benar-benar kuat atau tidak

"Di sisi lain Pemkot tahu langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu melakukan identifikasi kerusakan, ada tes-tes yang harus dilakukan," terang mantan dosen Arsitek Undip itu.

Terpisah, Dosen Teknik Sipil Unika, Djoko Setijowarno menambahkan, dari penelitian yang pernah dilakukannya, konstruksi bangunan pasar Johar dibagun dari beton bermutu K400 atau beton dengan kekuatan tekan 400 kg per cm2.

"Konstruksi Pasar Johar dibangun dengan mutu beton K400. Pernah diuji oleh lab beton Unika Soegijapranata tahun 2005 ketik akan dibongkar oleh Sukawi (Wali Kota Semarang saat itu)," kata Djoko kepada detikcom.

Menurutnya bangunan pasar lainnya terutama yang baru dibangun tidak ada yang memakai beton sekuat rancangan Karsten, kebanyakan memakai beton bermutu K275.

"Sekarang tidak ada pasar yang punya kekuatan tekan sebesar itu, paling K275 sudah bagus. Makanya, ketika terbakar masih tampak kokoh, itu contoh bangunan tanpa korupsi," ujarnya.

Diketahui, Pasar Johar dan Yaik Permai terbakar sejak hari Sabtu (9/5) lalu, bahkan pagi ini masih terlihat asap dari titik tertentu. Setidaknya 4.719 pedagang berduka karena kehilanan kios dan barang dagangan terlebih lagi menjelang bulan Ramadhan.

dari: detik.com

0 komentar:

 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat