Trik Agar Tak Tertipu Lowongan Kerja Palsu

NWN-Tingginya angka pengangguran di Indonesia menciptakan peluang tindak kriminal. Perusahaan abal-abal menggunakan modus membuka lowongan kerja namun pada intinya meminta sejumlah uang kepada pelamar. Banyak pencari kerja tertipu karena berharap bisa meninggalkan status pengangguran.
Country Manager Jobstreet.com, Farida Lim tidak menampik banyaknya lowongan kerja palsu bertebaran di dunia maya. mereka mengincar pencari kerja yang mudah tergiur nama besar perusahaan dan iming-iming gaji selangit, sesuai impian.
"Padahal penipu memasang iklan lowongan pekerjaan yang menggiurkan secara berulang kali. Jadi ini (lowongan kerja penipuan) sangat mudah ditemukan di internet," ujarnya ketika dihubungi
Selain itu, para pencari kerja kebanyakan juga tertarik ketika menemukan info lowongan pekerjaan tidak banyak menuntut persyaratan tapi menawarkan gaji tinggi.
Farida menyarankan tidak mudah percaya pada lowongan kerja yang ditemukan di internet. Apalagi situs yang memasang lowongan pekerjaan tergolong tidak jelas dan bukan dari website resmi perusahaan.
Dia membagi beberapa tips agar tak tertipu lowongan kerja palsu dari perusahaan fiktif. Berikut paparannya.

1.
Iklan banyak dan berulang

Sebelum mengirim lamaran kerja, pencari kerja baiknya mengecek kebenaran lowongan kerja. Biasanya, lowongan kerja palsu banyak diposting di berbagai website. Hal ini dilakukan penipu agar pelamar mudah mengakses lowongan kerja tersebut.
"Namanya penipu segala cara dilakukan dengan lihai, mereka biasanya rajin melakukan iklan lowongan kerja dengan pekerjaan yang diminati seperti bekerja di perusahaan besar," kata Farida.

2.
Konfirmasi ke perusahaan

Farida menyarankan, bagi para pencari kerja baiknya mengecek kebenaran lowongan kerja ke perusahaan terkait secara langsung sebelum mengirim surat lamaran kerja. Pencari kerja harus berani melakukan konfirmasi berulang kali untuk memastikan kebutuhan karyawan tambahan di perusahaan tersebut.
"Lakukan double cek, setelah mendapatkan iklan langsung konfirmasi di perusahaan tersebut, baik alamat yang jelas dan nomor telepon resmi perusahaan," ungkapnya.

3.
Jangan pernah membayar

Penipuan berkedok lowongan kerja biasanya meminta sejumlah uang kepada pelamar kerja. Setelah mengirim lamaran, pencari kerja dikabari akan diterima di salah satu perusahaan dengan catatan harus mengirim uang terlebih dahulu. Uang ini disebut akan digunakan untuk biaya seminar dan pelatihan.
Farida menyarankan agar pelamar menghindari dan tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk mendapat pekerjaan.
"Meminta uang atas nama kesempatan kerja, biasanya untuk uang adminitrasi atau biaya pendaftaraan," katanya.

4.
Lapor polisi

Jika pelamar sudah terlanjur memberi uang kepada perusahaan, ada baiknya segera melapor ke pihak berwajib.
"Lapor ke kantor polisi untuk jalan terakhir apabila memang sudah merugikan pencari kerja," ungkapnya.
Sumber: Merdeka.com


0 komentar:

 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat