Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078)
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078)
Hadist lain:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam):
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM
(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang)”
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam):
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM
(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang)”
Lalu ada yang berkata kepada beliau “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?”
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)
Ada temen yang berbagi cerita:
"Kami gak pernah berhutang, malah suami saya yang sering memberi hutangan ketika ada yang datang, namun sesudahnya kami malah seperti jadi musuh mereka. Ketika kami menagih malah lebih galak mereka, HP dimatikan, dicuekin... Aduuuh sudah ditolong malah diginikan"
"Kami gak pernah berhutang, malah suami saya yang sering memberi hutangan ketika ada yang datang, namun sesudahnya kami malah seperti jadi musuh mereka. Ketika kami menagih malah lebih galak mereka, HP dimatikan, dicuekin... Aduuuh sudah ditolong malah diginikan"
Dia pun pernah mengalami, periode 2009-2010 ada sekitar 13 orang yang datang berhutang, saya bantu semampu saya.. Namun ya begitulah ujungnya, saya gak pernah nagih tapi saya jadi dicuekin, sms gak dibales, telpon gak diangkat, ketemu dijalan juga cuek.. Hehe beda banget ketika dulu datang dengan wajah memelas dengan beragam alasan. Alhamdulillah sampai sekarang mayoritas uangnya gak kembali, tapi yang paling saya sayangkan adalah silaturahmi yang terputus...
Sejak itulah saya berprinsip saya tidak akan memberi hutangan kepada siapapun, lebih baik saya bantu semampu saya dalam hitungan sedekah saja.. Pengalaman dengan 13 orang ini jadi pelajaran berharga, silaturahmi jadi terputus karena hutang yang diingkari..
Sejak itulah saya berprinsip saya tidak akan memberi hutangan kepada siapapun, lebih baik saya bantu semampu saya dalam hitungan sedekah saja.. Pengalaman dengan 13 orang ini jadi pelajaran berharga, silaturahmi jadi terputus karena hutang yang diingkari..
Begitulah yang sering terjadi seharai-hari dilingkungan nyata dan sering terjadi.
Sungguh benar pesan Nabi diatas:
Lalu? Lalu? Gimana mas?
Mari kita koreksi diri sendiri, jangan-jangan selama ini kita punya hutang tercecer disana sini.
Sama si A sudah dua tahun gak dibayar...
Sama si B sudah tiga tahun malah..
Duuuh sama si C sudah setahun..
Ampuun.. Sama di D Juga sudah setahun lebih!
Ambil kertas deh, jujur pada diri sendiri, bongkar isi hardisk di otak kita.. Satu demi satu catat orang-orang yang dulu membantu kita memberi kita hutangan, ternyata kita dzalimi dan kita lupakan.. Astagfirullaaah..
Mari kita koreksi diri sendiri, jangan-jangan selama ini kita punya hutang tercecer disana sini.
Sama si A sudah dua tahun gak dibayar...
Sama si B sudah tiga tahun malah..
Duuuh sama si C sudah setahun..
Ampuun.. Sama di D Juga sudah setahun lebih!
Ambil kertas deh, jujur pada diri sendiri, bongkar isi hardisk di otak kita.. Satu demi satu catat orang-orang yang dulu membantu kita memberi kita hutangan, ternyata kita dzalimi dan kita lupakan.. Astagfirullaaah..
Inget, hutang adalah hutang..
Kanjeng Nabi Muhammad nyaris tidak mau menyolati jenazah orang yang masih punya hutang, sampai seorang sahabat menjamin hutang orang tersebut.
Kanjeng Nabi Muhammad nyaris tidak mau menyolati jenazah orang yang masih punya hutang, sampai seorang sahabat menjamin hutang orang tersebut.
Terus gimana dong mas cara melunasinya?
Ayuuk kita rapikan semua! Ikuti langkah-langkah ini, agar harga dirimu yang sudah tergadai dimana-mana bisa kau tebus lagi dengan terhormat!
Inget.. Kalo hutang ini gak diselesaikan hanya akan jadi beban di hati seumur hidup, bukan tidak mungkin inilah yang jadi penghalang rejeki yang lebih besar datang kepada kita.
Ayuuk kita rapikan semua! Ikuti langkah-langkah ini, agar harga dirimu yang sudah tergadai dimana-mana bisa kau tebus lagi dengan terhormat!
Inget.. Kalo hutang ini gak diselesaikan hanya akan jadi beban di hati seumur hidup, bukan tidak mungkin inilah yang jadi penghalang rejeki yang lebih besar datang kepada kita.
Yak kita mulai:
1. TAUBAT jelasss lah.. Minta ampun sama Allah atas kelalaian kita mendzolimi orang-orang yang sudah menolong kita.
1. TAUBAT jelasss lah.. Minta ampun sama Allah atas kelalaian kita mendzolimi orang-orang yang sudah menolong kita.
2. Berazam (bercita-cita dengan sungguh-sungguh) melunasi hutang.
Inget lho, sungguh-sungguh bukan main-main.
Inget lho, sungguh-sungguh bukan main-main.
Sabda Nabi:
Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399)
Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399)
3. Mulai membuat list hutang kita kepada orang-orang yang selama ini kita dzalimi. Jujur pada diri sendiri, catat satu demi satu namanya dan nominalnya.
4. Kumpulkan uang, tunda kesenangan! Bongkar tabungan, jual barang-barang yang ada di rumah kita dulu biar jadi uang buat bayar hutang, sudah ikhlaskan saja.. Yang penting hutang lunas, besok beli lagi cash!
5. Mulai bayar satu persatu, urut dari nominal yang paling rendah kita bisa bayar cash! Misal: ada uang di rekening, ambil 1 juta bayar lunas ke A. Datangi dia, berikan uangnya, minta maaf setulus hati karena melupakan hutang selama ini, syukur-syukur kamu datang bawa oleh-oleh apapun itu sebagai "tombo mangkel"/obat jengkel.. Hehe
Besoknya, jual deh itu TV LCD yang kamu miliki, laku 3 juta, gak usah tunda-tunda datang ke rumah si B, lunasi hutangnya.. Minta maaf, bahkan minta didoakan agar engkau dikuatkan dalam membeli kembali harga diri yang tergadai karena hutang.
Begituuu seterusnya.. Satu demi satu coret!! Lunas lagi coreet!! Sampai akhirnya nanti kamu ketemu nama terakhir, dan kamu sampai di moment semua hutangmu lunass nas!!
Begituuu seterusnya.. Satu demi satu coret!! Lunas lagi coreet!! Sampai akhirnya nanti kamu ketemu nama terakhir, dan kamu sampai di moment semua hutangmu lunass nas!!
Masya Allah... Harga dirimu kini kembali lagi, kepala dapat berdiri tegak, berjalan dengan percaya diri, dapat tersenyum pada semua orang yang ditemui..
Gak ada lagi rasa takut, rasa malu, gak deg-degan takut ketemu orang yang selama ini diam-diam kamu dzalimi.
Lalu.. Lanjutkanlah hidup menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Dulu raja hutang sekarang raja sedekah.. Setiap bertemu orang yang kesusahan tanganmu yang terulur duluan.
Lalu.. Lanjutkanlah hidup menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Dulu raja hutang sekarang raja sedekah.. Setiap bertemu orang yang kesusahan tanganmu yang terulur duluan.
Menjadi manusia keren yang terus menimbun kebaikan, membuat malaikat dipundak kanan sibuk mencatat tak berkesudahan..
Subhanalloh... semoga Alloh senantiasa memberikan kemudahan kemudahan pada kita semua..








0 komentar:
Post a Comment