HR. Imam Bukhori & Muslim : dari Anas bin Malik ra berkata, suatu hari Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis didepan kuburan bayinya yang baru saja wafat. Rasulullah SAW berkata kepada ibu tersebut, “bertaqwalah wahai ibu kepada Allah SWT dan bersabar”. Wanita tadi menjawab, “Pergilah kau menjauh dariku, karena engkau bukan aku yang mendapat musibah itu”. Wanita tersebut tak tahu kalau yang didepannya itu adalah Rasulullah SAW. Lalu disaat ada yang memberitahukan kepada wanita itu, bahwa yang ia hardik itu adalah Rasulullah SAW, maka pergilah wanita itu menghadap Rasulullah SAW untuk meminta maaf kepada beliau. ketika itu, Tak dijumpai oleh wanita tersebut penjaga atau bodyguard dirumah beliau. Lalu ia berjumpa dengan Rasulullah dan meminta maaf pada beliau dan mengatakan pada beliau bahwa ia saat itu tak tahu kalau itu Rasulullah. Rasulullah SAW berkata pada wanita tersebut, “Sesungguhnya sabar adalah disaat tempaan pertama”.
Ada banyak pelajaran dari hadist diatas, diantaranya :
1. Menangis ketika sedih didalam agama islam dibolehkan, dan ini tidak melanggar ketetapan agama Allah. Dihadist tersebut Rasulullah SAW hanya menyuruh si ibu untuk bertaqwa dan bersabar. Sesungguhnya hati bersedih, sesungguhnya mata mengeluarkan air mata, tetapi hati harus tetap ridho dengan ketetapan Allah SWT. Sudah sifat manusia apabila sedih menangis. Yang Haram dan salah adalah melakukan sesuatu yang melebihi daripada menangis. Misalnya menangis sambil berteriak2 hingga pingsan dan menjambak rambut, memukul2 badan, merobek pakaian. Karena semua itu menandakan qt tidak ridho pada keputusan Allah SWT.
2. Agama islam tidak pernah mensyariatkan sesuatu yang bertentangan dengan jiwa manusia. menangis dan bersedih adalah suatu yang fitrah untuk jiwa manusia yang memang bersifat lemah. namun, Hukum Allah / ketetapan Allah SWT adalah bagaikan rel dalam kehidupan ini. Jangan sampai qt keluar dari hukum tersebut jika tidak ingin celaka.
3. Nasehat harus tetap tegak dalam kondisi apapun. Didalam surat Ali Imran : 110 dijelaskan, bahwa kebaikan umat islam adalah apabila amar ma’ruf nahi munkar. Dinegeri qt saat ini amar ma’ruf nahi munkar sangat tidak berjalan dengan baik. Hukum untuk sebuah umat, ada dalam angka mayoritasnya. mari qt berbuat semampu qt untuk amar ma'ruf nahi munkar.
4. Taqwa adalah solusi dalam seluruh urusan dan masalah. Jadi, disaat qt ditimpa musibah atau masalah, bertaqwalah. orang yang bertaqwa tentu akan sabar. Mayoritas ulama mengatakan bahwa taqwa adalah mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah. Maka, jika qt kembali kepada taqwa, qt akan kembali kepada kejayaan islam. Jika qt mengabaikan ketaqwaan, maka islam akan tetap tertindas.
5. Sabar adalah solusi dalam kesedihan. Sabar itu adalah ridho dengan taqdir Allah SWT. Kembalikan semuanya kepada Allah SWT. Ada dua bab yang sering dicampur adukkan oleh kaum muslimin, padahal ia adalah dua hal yang berbeda. Kedua bab tersebut adalah sabar dan menahan amarah. Sabar harus diperbanyak, menahan amarah jangan sering2 karena bisa menyebabkan darah tinggi. Marah dan emosi itu awalnya adalah kegilaan, akhirnya adalah penyesalan. Tidak ada yang lebih baik dari seorang muslim jika ditimpa musibah kecuali sabar. Sifat yang sangat beruntung yang dimiliki oleh seorang muslim adalah sabar dan syukur.
6. Orang yang melakukan kesalahan tanpa sadar, maka itu tidaklah dosa. Ketidaksengajaan bersalah dapat dimaafkan. namun, qt harus sellu menimba ilmu untuk mengetahui kebenaran.
7. Apabila nasehat qt tidak diterima orang, jangan marah. Alangkah sedikitnya orang yang punya akhlak seperti ini. Target dakwah para rasul hanya menyampaikan dan bukan membuat orang lain berubah. Soal perubahan hanya Allah SWT yang punya haq. Keberhasilan dakwah bukan dilihat dari banyak pengikutnya. Hati seseorang itu milik Allah, bukan milik qt. Tidak ada yang sia2 didalam dakwah jika qt lakukan dengan ikhlas. Ketika berdakwah, target qt adalah qt harus bisa menyampaikan yang haq dengan cara yang terbaik, dengan kata dan akhlak yang terbaik. Urusan selanjutnya serahkan pada Allah SWT.
8. Hendaklah seorang muslim dan muslimah suka dan mudah menerima udzur (Alasan) seseorang. Jika seseorang datang pada qt meminta maaf dan menyatakan keudzurannya, maka terimalah permintaan maaf itu dan lakukan hal terbaik setelah itu. Sifat orang mu’min itu, hendaklah ia berbuat lain kepada orang seperti ia ingin orang itu berbuat hal yang sama kepadanya. Bercerminlah kepada diri sendiri. Bersikaplah kepada orang seperti orang yang akan bersikap seperti qt.
9. Hendaknya para penguasa membuka pintu dengan rakyatnya. Inilah kepemimpinan yang ideal dalam umat Islam. Jangan buat pembatas antara qt dengan bawahan qt. dalam sejarah kehidupan manusia, ada lima manusia yang hidup tanpa pengawal pribadi. Mereka adalah rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
10. Sabar itu dinilai diawal datangnya musibah.
mudah2an bermanfaat ya teman... ;-)








0 komentar:
Post a Comment