KHOTBAH IDUL FITRI 1437 H / 2016

KHOTBAH IDUL FITRI 1437 H / 2016
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Seluruh Jamaah yang dirahmati Illahi robbi, syukur kehadirat Allah merupakan bukti pengakuan kita atas seluruh nikmat yang tak terhitung lagi. Kesehatan, kesempatan dan kemudahan untuk hadir di lapangan Cipotok ini serta berjuta nikmat yang lain seyogyanya menjadikan kita tambah bersyukur lagi. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya serta umatnya sampai di akhir jaman. Tak lupa khotib mengajak seluruh hadirin untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah teriring keyaqinan Taqwa itulah yang akan mengantar kita kehadirat Illahi Robbi dikemudian hari nanti. Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :
Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kehebatan umat Islam. 
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Saudaraku kaum muslimin rahimakhulullah. 
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kemewahan yang terasa agak di paksakan, dengan segala keberlebihan yang sukar dibayangkan, dalam pesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma. Marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang hingar bingar ini. 
1. Benarkah, selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan, kepatuhan dan hanya mengharap ridla – Nya. Sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt. … .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri;
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian semua berpuasa, sebagaimana ia diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian semua bertaqwa.” (Qs. Al Baqarah : 183) 
2. Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka …?
3. Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran …….?
Saudarakau ,Hari ini Ramadhan telah berlalu ………., bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, terpaksa kita harus rela melepaskannya.
Hari ini hari bersuka ria. Adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan atas setan dan hawa nafsu ……..? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula? Artinya Tak ada lagi yang membuat kita berlaku jujur, tiada lagi yang menjadikan kita rajin tadarus, tiada lagi semangat bersodakoh dan kebaikan-kebaikan lain. Atau bahkan semakin banyak salah dan dosa ! Na’udzubilla Billahi Min Dzalik.
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd 
Hadirin Sidang ‘Idul Fitri Yang Dimulyakan Illahi Robbi ….Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara kaafah sebagaimana firman Allah : 
“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara totalitas.” ( Qs. Al-Baqarah : 208 )
Lalu pertanyaannya adalah; Gembira yang islami itu yang bagaimana ? Gembira yang islami yaa gembira yang wajar-wajar saja, gembira yang penuh rasa syukur, gembira yang tidak sampai menafikan atau bahkan melecehkan adanya keperihatinan di fihak lain. Saudaraku.... di Tasik sana ada saudara kita yang tertimpa gempa, ada banjir bandang di Sumatra, ada sauadara kita yang ditindas di Palestina dan masih banyak lagi yang lain. Sisakan sedikit keprihatinan untuk mereka. 
Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran tentunya menjadi hak milik bagi ia yang telah dapat merampungkan kewajiban ibadah puasa Ramadhannya dengan penuh keikhlasan dan njungkung ibadah semata-mata karena mengharap ridlo – Nya. Insya Allah kita telah berhasil pula menabung pahala. Dosa-dosa kita yang telah lewat diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla. Sebagaimana di jamin sendiri oleh Rasulullah saw. sendiri lewat sebuah haditsnya :
“Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Saudaraku warga pandansari yang berbahagia. . . . 
Apapun dan bagaimanapun bentuk puasa yang telah kita lakukan, berapapun nilai yang telah Allah Ta’ala berikan atas puasa kita dengan segala kesempurnaan rahmat dan anugerah-Nya, untuk lebih menjamin keyakinan keberhasilan perjuangan kita di bulan puasa itu, Allah masih memberi kesempatan kepada kita - yang memang memiliki watak tidak sempurna ini - untuk menambal kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan puasa kita, barang kali sesekali, mulut kita berpuasa tidak makan dan tidak minum tetapi kita khilaf tidak berpuasa dari memakan daging saudara-saudara kita dengan cara ngrasani, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tak pantas misalnya dan seterusnya dan lain sebagainya. Caranya bagaimana ? 
Kita diberi kesempatan mengeluarkan sebagian dari bahan makanan kita untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya lewat zakat fitrah. Di samping makna solidaritas yang terkandung di dalam zakat fitrah itu, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, zakat fitrah itu berfungsi untuk membersihkan orang yang berpuasa dari keterlanjurannya beromong kosong dan berkata buruk saat berpuasa, bahkan menurut hadits riwayat Abu Hafsih Bin Shaahin, pahala puasa Ramadhan bergantung antara langit dan bumi dan hanya zakat fitrahlah yang dapat menaikkannya ke atas.
Kewajiban membayar zakat fitrah ini - menurut Imam Al Syafi’i RA - di fardlukan kepada setiap muslim yang merdeka atau hamba sahaya yang memiliki kelebihan bahan makanan di malam dan hari lebarannya, juga pakaian dan tempat tinggal yang layak bagi semua keluarga yang menjadi tanggung jawab nafaqahnya.
Mudah-mudahan zakat fitrah kita, dapat menyempurnakan ibadah puasa kita, sehingga Allah mengampuni kita, merahmati kita, dan membebaskan kita dari api neraka. Dan moga-moga pula, Allah masih menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk dapat melengkapi ganjaran ibadah puasa itu dengan kesediaan kita nantinya, untuk mengiringi puasa Ramadhan dengan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal ini. Mudah-mudahan ...........................................................
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd,
Selanjutnya aktifitas apa saja yang paling utama dilakukan sekembali kita dari shalat idul fitri ini ……. ?
Setelah berpuasa dan njungkung ngibadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas hanya memburu ridla Allah Ta’ala, dan kita telah menambalnya dengan mengeluarkan zakat fitrah, insya Allah dosa-dosa kitapun diampuni. Namun seperti kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’afan masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya untuk menyempurnakan ketidak berdosaan kita, setelah shalat idul fitri ditradisikanlah saling meminta dan memberi maaf.
Dengan demikian pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam dosa apapun lebur dan kita kembali sebagaimana fitrah kita, mulus tanpa dosa bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. 
Tidakkah kita tak ingin menjadi pailit kelak di hari kemudian ……? Seperti digambarkan oleh Rasulullah saw. dalam hadits shohihnya 
“Tahukah kalian semua, siapakah orang yang bangkrut itu ? Tanya Rasulullah kepada para sahabatnya - merekapun menjawab : orang yang bangkrut menurut kita adalah mereka yang tidak memiliki uang dan harta benda yang tersisa.” Kemudian Rasulullah menyampaikan sabdanya : “Orang yang benar-benar pailit - diantara umatku - ialah orang yang di hari kiamat dengan membawa (seabrek) pahala shalat, puasa dan zakat; tapi (sementara itu) datanglah orang-orang yang menuntutnya, karena ketika (di dunia) ia mencaci ini, menuduh itu, memakan harta si ini, melukai si itu, dan memukul si ini. Maka di berikanlah pahala-pahala kebaikannya kepada si ini dan si itu. Jika ternyata pahala-pahala kebaikannya habis sebelum dipenuhi apa yang menjadi tanggungannya, maka diambillah dosa-dosa mereka (yang pernah di dzaliminya) dan ditimpakan kepadanya. Kemudian dicampakkanlah ia ke api neraka.” Naudzubillah …… ! (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Ternyata mulut, tangan, kaki, perut dan anggota tubuh kita yang biasa kita gunakan untuk beribadah, bersujud, berdzikir, berpuasa, memberikan zakat, dapat membuat kita pailit kelak. Tidak hanya menghabiskan modal pahala yang kita tumpuk sepanjang umur kita tapi bahkan dapat menarik kepada kita kerugian orang lain. Ini semua tentunya gara-gara kita terlalu meremehkan dosa dan kesalahan terhadap sesama. Maka dari itu di bulan syawal ini mumpung hati kita terbuka untuk meminta dan memberi maaf, kita laksanakan saling bermaafan, selanjutnya kita berusaha untuk tidak sengaja berbuat salah pada waktu berikutnya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. 
Sedangkan makanan dan kue-kue lebaran kiranya hanyalah sekedar “Ubo Rampe”, karena ada kunjung mengunjungi, patutnya hidangan di sediakan sebagai penghormatan kepada tamu yan hendak berkunjung. Pahalanya terletak pada penghormatan tamu itu, atau pada niat sedekah yang mengiringinya. Demikian pula, agaknya soal pakaian, memperindah rumah dan atau mempercantik ruang tamu.
Allahu Akbar 2xLaa ilaaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd,
Selanjutnya, marilah kita mengikrarkan permohonan maaf kita kepada diri kita sendiri, sebelum kemudian sungkem dan meminta maaf kepada orang-orang tua kita, dan guru-guru kita, juga antar sesama………
Selamat idul fitri, wahai mata
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kugunakan melihat kilau comberan yang tak bermanfaat.
Selamat idul fitri, wahai telinga
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya
Kusumpali rongsokan-rongsokan kata yang tak berguna

Selamat idul fitri, wahai mulut
Maafkanlah aku, selama ini Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan onggokan-onggokan kotoran
Selamat idul fitri, wahai tangan
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kugunakan
Mencakar-cakar kawan dan berebut barang-barang murahan

Selamat idul fitri, wahai kaki
Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kuajak menendang kanan kiri Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan
Selamat idul fitri, wahai akal budi
Maafkanlah aku, selama ini kubiarkan kau terpenjara sendiri 
Selamat idul fitri, wahai diri
Marilah menjadi manusia suci kembali ……….!
Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan, semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf. 
Akhirnya marilah kita tutup shalat dan khutbah Id kita hari ini dengan sama-sama memohon kehadirat Ilahi denganberdoa: 
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa. 
Ya Allah ! Aku mohon ampun kepada-Mu;
Kepadaku ada orang yang berbuat baik, Aku tidak berterima kasih kepadanya;
Orang bersalah meminta ma’af kepadaku, Aku tidak mema’afkannya;
Orang susah memohon bantuan kepadaku, Aku tidak menghiraukannya;
Ada orang yang kusakiti dan aku bersalah kepadanya, Aku tidak meminta ma’af;
Ada hak orang mukmin dan muslim dalam diriku, Aku tidak memenuhinya;
Tampak di depanku ‘aib orang muslim, Aku tidak menutupinya;
Dihadapkan kepadaku dosa, Aku tidak menghindarinya;
Illahi ! Aku mohon ampun dari semua kejelekan itu dan yang sejenis dengan itu;
Ya Allah selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami dan ummat ini dari badai krisis, fitnah, bencana dan dosa yang membinasakan
Ya Allah limpahkanlah rahmat, ampunan dan hidayah-Mu kepada Kami semuanya. Aamiin..aamiin ya Rabbal ‘alamin..
KHUTBAH IDUL FITRI 1437 H / 2016

0 komentar:

 
blogku yang apa adanya... semoga bermanfaat