Ada banyak hal yang dapat membuat kita bersedih.
Apakah kita bersedih, karena dilanda patah hati ?Apakah kita bersedih, ketika beberapa tahun menikah dan belum dikaruniai anak keturunan?Apakah kita bersedih, ketika musibah datang melanda, ketika bencana terjadi silih berganti, ketika malapetaka menyapa episode kehidupan ?Apakah kita bersedih hati, ketika rezeki yang sudah dihadapan mata, tak teraih hilang entah kemana? Ketika keuntungan tidak seperti yang diharapkan?Apakah kita juga bersedih, ketika ternyata suami/isteri tidak seperti yang kita impikan? Ketika anak-anak tidak seperti yang kita harapkan? Ketika jiran tetangga, berprilaku tidak seperti yang kita inginkan?Apakah kita bersedih, ketika kenyataan hari ini kita miskin harta? Tidak punya ru-mah dan kendaraan? Tidak memiliki sesua-tu yang dimiliki oleh orang lain?Apakah kita merasa bersedih, ketika ketaatan kita semakin hari kian melemah? Ketika shalat-shalat kita kehilangan kekhusyukan? Ketika ibadah-ibadah kita miskin kualitas dan keikhlasan? Atau mungkin ketika kita meninggalkan shalat?
Hidup adalah ujian. Warna-warni kehidupan, selalu akan mewarnai kanvas kehidupan kita. Adakalanya warna-warna cerah begitu dominan, tetapi warna gelap yang memilukan juga kerap datang. ingatlah bahwa kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya, akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, mengubur rasa sombong diri.
Jangan terlalu bersedih ! karena hal itu hanya akan membuat diri lemah dalam ibadah, malas untuk bekerja, putus harapan, menggiring untuk berburuk sangka, dan menenggelamkan diri ke dalam lautan pesimisme.
Jangan terlalu bersedih! Sebab rasa sedih dan gundah adalah akar penyakit jiwa, sumber penyakit saraf, penghancur jiwa, dan penebar keraguan dan kebingungan. Orang yang terlalu bersedih, sebenarnya sedang menyiksa dirinya sendiri dengan cemeti yang amat menyakitkan.
Jangan bersedih, karena di hadapan kita ada Al Qur’an; bacalah! ada shalat; dirikanlah! ada do’a; panjatkanlah! ada sedekah; keluarkanlah! ada perbuatan baik; biasakanlah! dan ada pekerjaan yang memberikan manfaat; lakukanlah!
Jangan pernah bersedih, dan jangan pernah menyerah kepada kesedihan. Usirlah kesedihanmu dengan melakukan aktifitas; shalatlah, bertasbihlah, membacalah, menulislah, bekerjalah, terimalah tamu, atau bersilaturrahmilah.
Nasehat Utsman bin ‘Affan ra, ia berkata: ”Kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati. Kesedihan dalam urusan akhirat bisa menerangkan hati







0 komentar:
Post a Comment